Lembaga Pers Mahasiswa Setara Unswagati - Cirebon. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Kabar Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kampus. Tampilkan semua postingan

Debat Kandidat Capresma Ricuh

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Jumat, 25 Januari 2013 | 14.20

Cirebon, SETARANEWS.com – Debat Presma yang dilakukan di Kampus 1 tiba-tiba didatangi oleh sekelompok kecil mahasiswa dan berusaha untuk membubarkannya.

Sempat terjadi ketegangan, “Bahkan tadi Ketua PPUM nya hampir dipukul” ujar Hendriwanto, salah seorang perwakilan dari partai mawar yang ikut dalam pilpresma kali ini.

Kericuhan ini bermula ketika acara debat Pilpresma baru dimulai beberapa menit sekitar pukul 13.00 Wib, sekelompok kecil mahasiswa yang diketahui beberapa berasal dari Fisip tiba-tiba menginterupsi untuk membubarkan acara tersebut dan terlihat sembari melemparkan kursi.

Gemblung, salah satu mahasiswa Fisip tersebut menyatakan “Kami melakukan itu karena kami nilai AD/ART nya bermasalah. Karena secara nalar anggota PPUM yang masih berstatus sebagai tingkat 1 mana mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Apalagi ini event besar” ujarnya kepada Setara saat ditemui di Ruangan WR 3 Unswagati.

Sementara itu, anggota PPUM ketika dikonformasi mengenai hal itu membantahnya, “Bukan soal tingkat kuliah, tapi kemampuan dan kapabilitas seorang mahasiswa dilihat dari intelektualisme bukan tingkatannya” ujar Faturohman, seorang anggota PPUM yang berstatus sebagai mahasiswa tingkat satu Fakultas Pertanian.

“Saya pikir kita sudah harus sama-sama dewasa dalam menyelesaikan persoalan, jangan bertingkah seperti anak kecil” tambahnya.

Sampai berita ini diturunkan, masih diadakan dengar pendapat di ruagan WR III Unswagati terkait mengenai tuntutan sekelompok mahasiswa agar PPUM dibubarkan.

“Ini kewenangan DPMU, untuk menentukan kriteria dan persyaratan PPUM. Kampus itu ibarat miniatur negara, ada aturan yang harus dipatuhi” Ujar budi, salah seorang staf bidang Wakil Rektor III Unswagati.

Besok, Debat Kandidat Calon Presma

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Kamis, 24 Januari 2013 | 19.12

Cirebon, SETARANEWS.com - KPUM Unswagati akan mengadakan Debat Kandidat Calon Presma (Presiden Mahasiswa) Unswagati periode 2013-2014.

Acara ini akan dilaksanakan di kampus satu Unswagati, halaman parkir depan. "Menurut jadwal, acara ini akan kami mulai pukul 10.30 Wib." Ujar Faturrohman salah seorang anggota KPUM Unswagati.

Tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Debat Kandidat tahun ini akan dilakukan di ruang terbuka.

"Harapannya, agar seluruh mahasiswa Unswagati dapat dengan bebas dan terbuka mengetahui siapa sosok, program kerja dan hal lainnya dari tiap profil calon Presma tersebut." ujarnya.

"Acara ini akan dikemas sedemikian rupa agar mahasiswa dapat secara interaktif dalam forum tersebut. Kami sudah mengundang Rektor, kelihatannya sih mau hadir" tambahnya kepada SetaraNews ketika ditemui di Sekretariat KPUM Unswagati.

Reporter: Kurniawan

Jakarta Kebanjiran, Mahasiswa Unswagati Galang Pengumpulan Dana

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Selasa, 22 Januari 2013 | 04.42

fotdokSan
Cirebon, SETARANEWS  -- Senin (21/1) kemarin, Mahasiswa Unswagati dari berbagai fakultas dan jurusan menggalang pengumpulan dana di perempatan lampu merah Unswagati, dalam rangka kepedulian sosial atas bencana banjir yang melanda Jakarta.
Salah satu koordinator pelaksana, bung Tri Utomo dari Faperta (Fakultas Pertanian) menuturkan bahwa kawan-kawannya telah berhasil mengumpulkan dana selama satu hari sebanyak Rp 969.400,- Sedangkan rencananya mereka akan melakukan kegiatan hingga hari kamis.
"Kami akan menyerahkan pengumpulan dana ini langsung ke posko banjir yang ada di Jakarta." lanjutnya saat dihubungi melalui ponsel oleh SetaraNews.
Pengumpulan dana ini terbagi dalam beberapa kelompok, ada yang di perempatan lampu merah by Pass depan kampus 3 Unswagati. Ada juga yang di perempatan lampu merah Grage Mall.


Reporter : Santosa

BEM FKIP Unswagati Akan Menggelar POSBI Pekan Pelestarian Seni Budaya dan Pembentukan Intelektual

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Sabtu, 19 Januari 2013 | 14.02

Gambar Source
BEM FKIP Unswagati Akan Menggelar POSBI Pekan Pelestarian Seni Budaya dan Pembentukan Intelektual.

SETARANEWS, Cirebon -- Sabtu (19/1) BEM FKIP Unswagati akan menggelar acara Pekan Olahraga, Pelestarian Seni Budaya dan Pengembangan Intelektual. Acara yang bertujuan meningkatkan kompetensi bidang intelektualan, kesenian, dan olahraga; ini rencananya akan diselenggarakan berdasarkan Technical Meeting nanti 9 Februari 2013.
Ada 3 jenis lomba dalam Posbi tersebut, diantaranya;
  1. Intelektual; Debate dan Karya Ilmiah
  2. Olahraga; Futsal
  3. Kesenian; Tari topeng dan Karawitan
Acara yang diselenggarakan oleh BEM FKIP Unswagati ini, rencananya pendaftaran akan dibuka pada tanggal 28 Januari hingga 8 Februari 2013. Ketentuan lebih lanjut dapat menghubungi CP; Rizky (Ketua) 089618504562, Mala (Pendaftaran) 089631054084, Hilda 085797262044.


Reporter : Santosa

Sidang LPJ ke-III Bem Unswagati Dihujani Interupsi

Persidangan Laporan Pertanggung Jawaban  ke-III Badan Eksekutif Mahasiswa Unswagati diwarnai hujan interupsi.

SETARANEWS, Cirebon -- Senin siang (14/1) kemarin sidang yang digelar oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas, di Aula Grawidya Sabha kampus 1 Unswagati kembali digelar.
Sidang yang dipimpin oleh Tri Utomo dari mahasiswa Faperta (Fakultas Pertanian), kembali meminta Ginanjar Saputra selaku President Mahasiswa Unswagati untuk memaparkan LPJ di masa periodenya (tahun 2012) yang juga berasal dari mahasiswa Faperta. Lanjut pimpinan sidang memberikan waktu kepada peserta peninjau untuk menganalisa data-data yang diberikan selama 15 menit, untuk selanjutnya dibuka sesi tanya jawab.
Sidang yang turut dihadiri oleh jajaran staf Unswagati dan mahasiswa aktif ini cukup pro aktif di dalam proses persidangan. Terlihat ketika pimpinan sidang memberikan waktu kepada audiens, peserta peninjau mulai mempertanyakan perihal data-data yang disampaikan dalam sidang LPJ. Beberapa diantaranya adalah Arif, dan Salim dari FH (Fakultas Hukum), Devi dari Faperta, dan beberapa mahasiswa FKIP beserta mahasiswa dari fakultas lainnya yang turut menyumbang pertanyaan kepada awak anggota kabinet era Ginanjar Saputra.
Hujan interupsi mulai menghujam, ketika di sela-sela kesempatan untuk bertanya terakhir diputuskan. Untuk mengengahi hal tersebut pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada peserta peninjau untuk mengajukan opsi; waktu batas penutupan, dan batas pertanyaan bagi peninjau. Sementara hingga menjelang sore pukul 16:00, akhirnya peserta peninjau sepakat untuk menerima hasil pemaparan LPJ dari BEM, dilanjut DPM menuliskan berita acara LPJ dihadapan peserta peninjau untuk disahkan.


Reporter : Santosa

Diskusi Publik Membongkar Komersialisasi Pendidikan dalam RSBI

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Rabu, 16 Januari 2013 | 08.26


Prologue
Dalam kurun 2006-2010, Kemdikbud RI telah menyubsidi 1.172 RSBI/SBI dengan dana Rp 11,2 triliun (Tempo.com) Proyek itu juga menyedot dana yang tak sedikit dari pemerintah daerah dan masyarakat.

Hakim konstitusi Akil Mochtar seusai persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi pada 8 Januari lalu tegas mengisyaratkan bahwa kehadiran Pasal 50 Ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dijadikan payung hukum bagi proyek RSBI/SBI terkesan dipaksakan. ”Undang-Undang Sisdiknas itu tidak memberikan penjelasan, tiba-tiba pasal itu muncul begitu saja sehingga (harus) dibatalkan,” menurut Akil seperti dikutip dari Kompas.com

Setelah MK menyatakan RSBI/SBI inkonstitusional dan harus dibubarkan, Mendikbud M Nuh secara normatif menyatakan menghormati dan akan melaksanakan keputusan MK. Namun, pada saat yang sama, ia menyerukan agar para guru dan siswa RSBI/SBI tetap berkegiatan seperti biasa. Hal serupa dinyatakannya terhadap keputusan Mahkamah Agung beberapa tahun lalu yang menyatakan bahwa ujian nasional harus dihentikan. Namun, hingga kini ia berkeras menyelenggarakan ujian nasional.

Semua kemelut itu, selain membingungkan dan menyedihkan, selalu saja terjadi dan menjadi sebuah kebiasaan salah yang jika dimaklumi bisamembangkitkan rasa apatis sekaligus amarah publik.

Sudah 67 tahun merdeka, tetapi pemerintah tak juga mampu merumuskan dan membuat desain besar pendidikan bangsa yang jelas, bernas, dan holistik Sebuah kebijakan pendidikan yang bisa dipahami akal sehat dan mudah dilaksanakan di lapangan di semua unit pendidikan serta adil bagi seluruh rakyat (Yudhistira ANM Massardi dalam RSBI: Rusak Sudah Bangsa Ini).

Peran perguruan tinggi sebagai tempat ditempanya kaum intelegensia yang memiliki dwifungsi strategis yakni fungsi akademik dan fungsi sosial sepatutnya menaruh perhatian yang mendalam dalam persoalan ini. Terlebih lagi soal masa depan pendidikan bangsa. Untuk itu, kami dari Lembaga Pers Mahasiswa sebagai bagian integral atas kemajemukan masyarakat merasa berkewajiban untuk mengundang saudara/bapak/ibu sekalian dalam kegiatan DISKUSI PUBLIK : MEMBONGKAR dan MENCEGAH KOMERSIALISASI DALAM PENDIDIKAN yang akan kami selenggarakan pada :

Hari & Tanggal : Kamis, 17 Januari 2012
Tempat : Aula Kampus satu Unswagati, Jl. Pemuda No. 32 Kota Cirebon
Waktu : Pukul 13.00 s.d 15.30
Sifat : Gratis dan terbuka untuk seluruh elemen masyarakat
Pengisi Acara :
1. Ketua PGRI Kota Cirebon,
2. Kadisidik Kota Cirebon
3. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kota Cirebon (dalam konfirmasi)
4. Dekan FKIP Unswagati Cirebon (dalam konfirmasi)
5. Praktisi Pendidikan, Indra Yususf S.Pd (Moderator)

Demikian ulasan acara ini, kami tunggu atensi partisipasinya dalam acara yang kami selenggarakan.

Jabat Erat,
LPM Semua Tentang Rakyat (Setara) Unswagati Cirebon
Info. 0856-5978-2760 (Hari)
 

Wamen Parentif: ‘Unswagati Harus Sering Suarakan Kondisi Cirebon'

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Selasa, 15 Januari 2013 | 23.08

Cirebon (Setara News)- Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Sapta Nirwandar menyatakan bahwa perguruan tinggi harus sering-sering menyuarakan kondisi masyarakat di daerah lokal. Dengan cara mengkritisi kebijakan. Hal ini ia utarakan dalam sesi Orasi Ilmiah menyambut Dies Natalis Unswagati ke 52 yang diselenggarakan di Hotel Jamrud pada Selasa pagi (15/1).

Ia menyatakan ‘kaum akademisi harus mengisi berbagai aktifitas yang perwujudannya dapat membantu masyarakat lokal keluar dari masalah dan membawa solusi.” Ujarnya setelah selesai berorasi di hadapan 1000 orang peserta yang terdiri dari 724 orang calon wisudawan dan 276 dosen serta pejabat Universitas yang hadir.

‘Menyuarakan dalam artian mengisi dengan beragam kegiatan seperti seminar, diskusi publik,kuliah umum, penelitian sosial dan kebijakan, advokasi hukum dsb. Intinya banyak hal yang bisa dikerjakan oleh akademisi sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat’ tambahnya.

kedatangan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Sapta Nirwandar atas undangan Unswagati untuk turut berpartisipasi dalam sesi rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis Unswagati yang ke 52.


Reporter : Tri Utomo
Editor : Kurniawan T Arief
Redaktur : Santosa

Akhirnya, Dua Partai Lolos Verifikasi Pemilu

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Senin, 14 Januari 2013 | 22.00

CIREBON (Setara News) – Dipastikan, partai peserta Pemilihan Raya (Pemira) Unswagati tahun 2013 sebanyak dua partai. Yakni, partai Mahasiswa Revolusioner (Mawar) dan Partai Gerakan Pembaharuan Pemuda (Garuda).

Hal ini setelah Verifikasi sudah dilaksanakan sabtu (13/1) kemarin oleh Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (Unswagati) di Kampus satu Unswagati.

‘Dari tiga partai yang mendaftar, hanya dua partai yang lolos Verifikasi.’ Ujar Oki Julianto, Ketua PPUM Unswagati.

Ia menambahkan bahwa partai yang tidak lolos verifikasi adalah Partai Mahasiswa (PM). Sempat ada adu argumen antara delegasi Partai Mahasiswa (PM) dengan anggota PPUM pada saat proses verifikasi. Hingga salah seorang bakal calon Presiden Mahasiswa yang dicalonkan dari Partai Mahasiswa (PM) M. Taufik meminta uang ganti rugi kepada PPUM karena merasa sudah mengeluarkan biaya untuk memenuhi prasayarat pendaftaran seperti ongkos fotocopy.



Reporter : Santosa
Juru Kamera : Hari Sapta R.
Readktur : Kurniawan T Arief

Rektor Sawer ke Mahasiswa, Pedangdut Seksi Ikut Meriahkan Dies Natalis Unswagati

CIREBON (Setara News) – Beberapa penyanyi dangdut berpakaian seksi ikut memeriahkan acara pementasan seni di kampus satu Unswagati pada hari minggu (13/1). Acara tersebut sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis Unswagati ke 52 Tahun.

Acara yang digelar persis di sebelah masjid Nurul Ilmi ini sempat diguyur hujan deras hingga terlihat kurang pengunjung, kebanyakan yang datang adalah pegawai, mahasiswa dan dosen Unswagati. Acara ini diisi oleh berbagai pementasan, mulai dari  pementasan teater mahasiswa, grup band hingga pementasan dangdut.

Ada yang menarik saat salah satu peserta tampil di panggung,  ketika salah satu perwakilan dari UKM Seni Budaya Unswagati yang menyanyikan lagu berjudul Unswagati Negeri. Secara tiba-tiba, Rektor Unswagati yang ikut menyaksikan langsung maju ke depan panggung dan memberikan lembaran uang sebanyak Rp. 100.000 kepada tiap personil band tersebut yang berjumlah tiga orang. Mahasiswa itu adalah M. Ali Sodikin, Try Utomo Rubianto dan Ali Hasbi A. Ketiganya adalah mahasiswa Fakultas Pertanian yang juga anggota UKM Seni Budaya Unswagati.

‘ini bentuk  hadiah saja, Rektor senang mendengar lagu ciptaan kami. Mungkin itu alasan kenapa Rektor memberikan uang tersebut kepada kami ‘ ujar M Ali Sodikin kepada Setara.

sementara menurut Hermawan mahasiswa FKIP Unswagati ketika dimintai pendapatnya mengatakan ‘Hal ini sebuah penghargaan bagi pencipta lagu. Semoga dengan adanya lagu itu, Unswagati negeri benar-benar menjadi kenyataan ‘ ujarnya.

Lain lagi  dengan apa yang disampaikan oleh salah satu calon sarjana Unswagati yang akan diwisuda bulan ini, Lucky Supriyanto ‘banyak hal lain yang bisa dilakukan dan diperbuat untuk membangun kampus ini mencapai kemajuan, selain menyanyikan lagu Unswagati negeri dan disawer seratus ribu oleh Rektor.’ ujarnya kepada Setara.

sementara itu dalam sambutannya, Rektor menyampaikan kepada seluruh sivitas akademika Unswagati untuk lebih meningkatkan daya kompetensi dan kegiatan turnamen tahunan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keharmonisan antara dosen, karyawan, dan mahasiswa se-Unswagati.


Reporter : Kurniawan

Tak Lolos Verifikasi, Partai Mahasiswa Meminta Ganti Rugi Uang ke PPUM Unswagati

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Minggu, 13 Januari 2013 | 04.00

Merasa merugi, Partai Mahasiswa (PM) mengajukan ganti rugi uang kepada pihak PPUM karena partainya tidak lolos dalam proses verivikasi.

Sabtu (12/1) siang PPUM dan BPPUM menggelar sidang verifikasi terkait pemilihan umum mahasiwa Unswagati di ruang 35 fakultas ekonomi jurusan manajemen. Salah satu partai, yakni Garuda Ekonomi belum hadir sehingga turut dipertanyakan di dalam majelis oleh peserta forum. Namun setelah beberapa menit pihak dari partai Garuda Ekonomi datang.

Hujan interupsi turut mewarnai dalam sidang proses verifikasi hari ini. Salah satu perwakilan Partai Mahasiswa (PM) yakni M.Taufik mempertanyakan perihal penutupan pendaftaran, karena PPUM dinilai telah melanggar aturan. Namun disisi lain ada peserta forum menilai bahwa PPUM telah menjalankan tugasnya sesuai prosedur. Hal tersebut dilihat dari bukti-bukti yang seperti, adanya surat berita acara, dan ada keputusan tentang proses verifikasi tersebut, dan akhirnya PPUM tidak meloloskan partai Mahasiswa (PM). Terkait tidak lolosnya Partai Mahasiswa (PM), Taufik mengajukan ganti rugi kepada PPUM karena pihaknya telah melakukan mengeluarkan biaya untuk melengkapi persyaratan.

Dari pengamatan SetaraNews proses verifikasi dilanjutkan dengan menghadirkan saksi dari peserta forum. Setelah usai melakukan proses verifikasi, PPUM memutuskan dalam berita acara hari ini bahwa ada dua partai yang lolos dalam proses verifikasi yakni Partai Garuda Ekonomi (PGE) dan Partai Mawar (PM). Kedua perwakilan partai menyetujui ditandai dengan penandatangan di surat berita acara. Agenda selanjutnya adalah sosialisasi ke seluruh kampus di Unswagati terkait kedua partai yang lolos dalam tahap verifikasi tersebut, rencananya PPUM akan melakukan proses verivikasi pada hari Senin (14/01).

Di akhir penutupan sidang verifikasi PPUM, ketua PPUM, Oki Julianto yang masih berstatus sebagai mahasiswa tingkat satu Fakultas Pertanian menuturkan bahwa, “Bagi partai yang tidak lolos, sebaiknya kita utamakan musyawarah dalam menyikapi berbagai persoalan terkait dalam sidang hari ini.”

Sidang yang turut dihadiri oleh ketua BPPUM (Bawaslu) Moga Yuda Prawira ini juga menuturkan bahwa, “Kita sepatutnya kembali kepada niat dari masing-masing partainya-lah.”

Reporter : Santosa
Juru Kamera : Hari Sapta Rengga
Redaktur : Kurniawan T Arief

Mahasiswa Mengaku Dimintai Rokok Ketika Mengambil Uang Beasiswa

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Rabu, 09 Januari 2013 | 17.58



“Padahal sewaktu saya menyetorkan rokok itu (di ruangan Wakil Rektor III Unswagati), di situ sedang ramai. Ada beberapa karyawan dan dosen. Ya mereka semua diam saja, seolah sudah menjadi kebiasaan.” – Salah seorang Mahasiswa penerima Beasiswa kepada Setara.

Cirebon,  Setaranews.com – Beberapa waktu lalu di akhir Desember 2012, kampus satu Unswagati cukup dibuat geger dengan adanya berita beberapa mahasiswa penerima Beasiswa periode tahun 2012-2013 yang mengaku dimintai rokok oleh Salah seorang bidang Rektor III Unswagati sebanyak dua Bungkus ketika mereka hendak mengambil uang beasiswanya di ruangan Wakil Rektor III Unswagati.

Hal itu, berawal dari keterangan salah satu mahasiswa penerima Beasiswa yang tidak mau disebutkan namanya yang mengaku kepada Setara yang ditemui pada hari Rabu (02 Januari 2013), menyatakan ketika dia hendak mengambil beasiswa itu merasa tidak enak dan bingung dengan kejadian ini, karena pada akhir Desember lalu, dia hanya ingin mengambil beasiswa di ruangan Wakil Rektor III. Namun  ternyata dimintai dua bungkus rokok. Sampai-sampai dia harus meminjam uang terlebih dulu ke teman sekelas, karena belum memiliki uang untuk membeli rokok tersebut. Disamping dia malu, karena dia tidak terbiasa membeli rokok mengingat statusnya sebagai perempuan. “Padahal sewaktu saya menyetorkan rokok itu (di ruangan Wakil Rektor III Unswagati), di situ sedang ramai. Ada beberapa karyawan dan dosen. Ya mereka semua diam saja, seolah sudah menjadi kebiasaan.” Ujarnya.

Namun, hal itu kemudian dibantah oleh staf Wakil Rektor III Unswagati, Sangaji.
“Rokok yang kemarin dari mahasiswa itu, saya hanya meminta tolong buat ambilkan dulu di KOPMA (Koperasi Mahasiswa), tapi ternyata malah sudah dibayar. Jadi ini hanya salah paham saja. Karena saya juga baru kali ini mengurus beasiswa dan tidak pernah meminta rokok.” Ujarnya saat  dikonfirmasi oleh Setara di Ruangan Wakil Rektor III Unswagati.

Selain mahasiswi tadi, ada lagi mahasiswa penerima Beasiswa warga dari  salah satu Fakultas di Kampus III yang juga enggan untuk menyebutkan namanya mengaku kepada Setara pernah dimintai rokok oleh salah seorang bidang Wakil Rektor III Unswagati saat mengambil beasiswa dengan dalih sebagai ongkos terima kasih. 

Salah seorang mahasiswi Fakultas Pertanian yang juga penerima beasiswa, Yanesa P menyatakan bahwa dia tidak memberikan Rokok ketika mengambil uang beasiswa itu. ”Waktu itu sih mereka nyindir-nyindir gitu bahasanya, gak ngomong terang-terangan. Tapi ya saya cuekin saja. Pura-pura gak dengar. Akhirnya saya sih gak ngasih apa-apa (*rokok), malesin banget ngasih rokok segala. Tapi ternyata, belakangan saya baru tahu kalau  beberapa temen saya (penerima beasiswa) malah kena.” Ujarnya kepada Setara.

Sudah setengah abad lebih lembaga pendidikan ini berdiri. Usia yang sudah lebih dari matang seharusnya diimbangi dengan kematangan sumber daya manusianya. Tidak hanya itu, dari segi kualitas, fasilitas, dan pelayanan pun sudah selayaknya menjunjung semangat Tri Darma Perguruan Tinggi. Sudah seringkali Civitas Unswagati mendengar tentang konsep Rektor Unswagati perihal Nawa Karya, yang salah satunya adalah mengedepankan pelayanan yang terbaik terhadap Mahasiswa. 

Namun, adanya beberapa pengakuan Mahasiswa Penerima Beasiswa yang kemudian dibantah oleh Staf Bidang Wakil Rektor III Unswagati tentang praktik pungli dalam bentuk rokok  sangat menciderai nilai profesionalisme dan kejujuran dalam falsafah Nawa Karya.

Reporter : Nia dan Faldi
Editor      : Santosa

Dianggap Tidak Becus, Sekretariat BEM FE Didatangi Oleh Mahasiswa Tingkat Satu

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Rabu, 21 November 2012 | 02.21


Foto: Ilustrasi
UNSWAGATI - Selasa, tanggal dua puluh November 2012 sekitar pukul 13.00 Wib,  beberapa Mahasiswa Fakultas Ekonomi mendatangi sekretariat BEMnya di Kampus Satu meminta klarifikasi tentang anggaran Mabim Fakultasnya, “Hal ini terkait dengan persoalan kaos Mabim Fakultas yang sampai hari ini belum ada penjelasan yang nyata. Padahal para Mahasiswa baru sudah dipungut lima pulu ribu per orang diluar anggaran kemahasiswaan” menurut salah satu Mahasiswa Fakultas Ekonomi yang enggan disebutkan namanya kepada Setara.

Mahasiswa tersebut menyatakan akan melakukan aksi terkait hal tersebut, dan tidak menjamin kampus akan kondusif jika permintaan dan tuntutan mahasiswa tidak segera dipenuhi.  “Kami sudah menanyakan hingga dua kali ke pihak BEM Fakultas. Namun sampai hari ini, belum kejelasan. Kami hanya meminta hak kami, ditambah kejadian kemarin sewaktu pelaksanaan Mabim Fakultas Ekonomi yang terkesan menjadi ajang mencari keuntungan dan banyak menimbulkan korban sakit dari Mahasiswa baru” terangnya.

“Selain itu, yang lebih parah lagi ketika pelaksanaan KKM (Kemah Krida Mahasiswa), di hari pertama sama sekali tidak ada kegiatan dan Mahasiswa baru ditelantarkan. Bahkan selama kegiatan berlangsung, Mahasiswa tidak mendapatkan makanan nasi dari panitia.Akhirnya terpaksa kami membeli sendiri dengan uang pribadi. Padahal kami ketahui belakangan, ada alokasi dana dari Universitas untuk kegiatan itu, dan itu bersumber dari uang kami Mahasiswa baru.” terang salah satu Mahasiswa FE itu.

“Hal ini mencerminkan ketidakbecusan BEM FE menangani masalah yang terjadi. Dan, jika masalah ini tidak segera diselesaikan kami meminta BEM FE untuk dibubarkan.” Lanjutnya.

Mengenai persoalan dan tuntutan tersebut, sampai saat ini ketika Setara mencoba mengkonfirmasi beberapa mahasiswa tingkat dua dan tingkat tiga Fakultas Ekonomi, mereka mengaku baru mengetahui soal tersebut.

Ketika Setara menanyakan perihal kapan aksi tersebut akan dilakukan, mereka menyatakan tergantung dari itikad pihak Universitas dan Fakultas apakah berani mengambil tindakan tegas atau tidak, “Tergantung mereka (pihak kampus). Tunggu saja nanti, kami sudah siap mengerahkan massa untuk memboykot kampus. ” tegasnya. (A-1)

Mapala Gunati Memilih Ketua Umum Baru

Written By Lembaga Pers Mahasiswa Setara on Senin, 29 Oktober 2012 | 18.56

Unswagati ,(28/10/2012) bertempat di kelas ekonomi berlangsung musyawarah umum MAPALA GUNATI yang merupakan Forum tertinggi organisasi  di UKM tersebut. Musyawarah umum yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 28 -29 oktober  bertujuan sebagai salah satu evaluasi tahunan LPJ kepengurusan tahun 2011,dan pemilihan ketua umum baru untuk menjalankan roda organisasi MAPALA untuk satu tahun ke depan. Berdasarkan informasi  salah satu tim formatur musyawarah, opa sopiana mengatakan bahwa paska Musyawarah Umum tersebut telah terpilih ketua umum baru MAPALA GUNATI  untuk jabatan  setahun kedepan , pemilihan dilakukan pada tanggal 29 Oktober hingga pukul 2 pagi  dengan jumlah pemilih  sebanyak 29 anggota penuh , dari hasil pemilihan tersebut terdapat tiga orang calon yaitu Leo ( FT ‘10), Opa (FKIP ’08) dan Muhamad Abdul Hakim (FT ’10). Akhirnya, melalui penghitungan suara , Muhamad Abdul Hakim atau biasa dipanggil Bipak terpilih dengan perolehan suara sebanyak 23 suara.

Menurut Opa secara keorganisasian berdasarkan hasil musyawarah tersebut Muhamad Abdul Hakim sah terpilih  menjadi ketua umum baru Mapala untuk periode 2012 s/d 2013 yang selanjutnya akan dilantik dan ditetapkan oleh SK rektor  pada tanggal 5 November 2012  mendatang.  Opa sebagai tim formatur dan anggota penuh angkatan 16 mapala tersebut berharap ketua umum terpilih dapat membawa organisasi yang ia cintai kearah lebih baik baik dalam hal kegiatan yang berhubungan dengan alam maupun lingkungan social masyarakat. 

Harapan tersebut direspon baik oleh ketua umum terpilih yang diwawancarai pasca ujian di pelataran kemasiswaan, menurut saudara Muhamad Abdul Hakim yang biasa dikenal bipak, terpilihnya menjadi ketua umum MAPALA merupakan hal yang tidak disangka dan diduga, tetapi ini merupakan amanah besar yang menjadi tanggung jawab mulia untuk memimpin MAPALA GUNATI lebih baik dan terus lebih baik kedepannya.   “saya mempunyai VISI menjadikan MAPALA dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan lingkungan sekitar, gerakan penghijauan linggkungan (GO GREEN) baik kampus maupun lingkungan diluar kampus merupakan salah satu misi yang akan saya jalankan seperti kegiatannya penanaman mangrove di pesisir menjadi hal yang mesti diutamakan melihat kondisi pesisir yang semakin kritis” tegasnya. 


(RAJ)

Demi UTS, Ratusan Mahasiswa Unswagati Mengantri

Cirebon (29/10). Akhir bulan oktober mahasiswa Unswagati mulai disibukan untuk menghadapi UTS, seperti yang terlihat sejak pertengahan oktober halaman depan kampus  satu Unswagati mulai dipenuhi puluhan mahasiswa yang saling bergantian mengantri untuk memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah, karena di Unswagati ada syarat bagi mahasiswa untuk melunasi kewajibannya sebelum mengikuti ujian, yaitu pembayaran DPP.

            Di kampus satu, waktu UTS sendiri dimulai dari tanggal 29 Oktober 2012, yang diawali dari Fakultas Tehniki dan Fakultas Ekonomi. Dari Fakultas Teknik, ujian sudah diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Tehnik dari tingkat satu hingga tingkat empat.Namun ketika ujian berlangsung masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh beberapa mahasiswa Fakultas Tehnik yang kesulitan mengikuti ujian dikarenakan masalah administrasi, selain itu beberapa mahasiswa juga mengeluhkan tempat ujian yang digunakan untuk ujian, karena ada beberapa kelas yang melaksanakan ujian bukan dikelas, tetapi di Aula. 

Salah satu mahasiswa Fakultas Tehnik Tinta, ketika dimintai tanggapan tentang UTS kali ini mengungkapkan bahwa ia kecewa melihat kondisi ini,”yah, saya kecewa masih banyak mahasiswa yang dipersulit mengikuti ujian dikarenakan belum membayar uang DPP, seharusnya mereka dipermudah khususnya masalah dispensasi dan saya mewakili mahasiswa Fakultas Tehnik juga kecewa dengan menepatkan mahasiswa mengikuti ujian di Aula karena tahun-tahun sebelumnya ujian selalu dilakukan didalam kelas” ujarnya.Terkait masalah tersebut, salah satu dosen pengawas ujian di Aula menjelaskan ujian terpaksa dilakukan di Aula dikarenakan kekurangan ruangan di Fakultas Teknik.

            Sedangkan di Fakultas ekonomi anomali terjadi karena tidak semua mahasiswa Fakultas Ekonomi melaksanakan ujian. Ujian hanya dilakukan mahasiswa ekonomi tingkat empat, sedangkan mahasiswa tingkat satu hingga tingkat tiga diliburkan karena beberapa kelas mereka dipakai.”minggu ini hanya tingkat empat yamh ujian, karena minggu depan ada agenda KKN dari pihak Universitas” ujar salah satu mahasiswa ekonomi. 


(Hari)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SETARA NEWS - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger